Los costos de envío se calcularán en base a esta dirección en todo el sitio.
Selecciona tu país
América
Argentina
Brasil
Canadá
Chile
Colombia
Costa Rica
Ecuador
El Salvador
Estados Unidos
México
Perú
República Dominicana
Uruguay
Europa
Alemania
Austria
Bélgica
Croacia
Dinamarca
Eslovaquia
Eslovenia
España
Finlandia
Francia
Grecia
Hungría
Irlanda
Italia
Letonia
Malta
Noruega
Países Bajos
Polonia
Portugal
Reino Unido
República Checa
Serbia
Suecia
Suiza
Resto del mundo


Berlari dengan Tekun
Davy Ronald Hermanus (Autor) · Dr. Davy R. Hermanus, Ph.D · Tapa Blanda
Quedan 100 unidades
S/ 85,10Berlari dengan Tekun mengajak pembaca melihat kehidupan sebagai sebuah perlombaan iman. Kita tidak berlari sendirian. Di belakang kita terdapat jejak Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Yosua, Kaleb, Rahab, para hakim, Daud, Samuel, para nabi, dan banyak saksi lain yang kehidupannya dicatat dalam Ibrani 11. Mereka bukan manusia tanpa kelemahan. Mereka pernah menunggu, takut, gagal, kehilangan, menghadapi jalan yang tidak mereka mengerti, bahkan sebagian tidak melihat seluruh janji Allah digenapi dalam masa hidup mereka. Namun melalui kehidupan mereka, iman terus berbicara.
Buku ini berjalan dari Ibrani 11 menuju Ibrani 12:1-2. Para saksi iman bukanlah tujuan akhir. Mereka menolong kita memahami bagaimana iman bekerja dalam kehidupan nyata, tetapi kemudian penulis Kitab Ibrani mengarahkan mata kita kepada Yesus. Karena itu buku ini bukan sekadar kumpulan kisah tokoh Alkitab, melainkan perjalanan untuk menemukan bagaimana kita sendiri harus menjalani perlombaan yang telah Tuhan tetapkan.
Apa sebenarnya iman? Apakah iman berarti mengabaikan fakta? Bagaimana kita tetap percaya ketika janji terasa terlambat? Apa yang harus dilakukan ketika tidak ada jalan yang terlihat?
Melalui pembacaan Alkitab yang reflektif, studi beberapa kata penting dalam bahasa Yunani dan Ibrani, serta kisah-kisah kehidupan yang dekat dengan pengalaman manusia masa kini, Berlari dengan Tekun membawa pembaca masuk ke dalam tema iman, ketekunan, panggilan, kegagalan, penantian, disiplin, pemulihan, warisan lintas generasi, dan keberanian untuk terus melangkah.
Di beberapa bagian, firman Tuhan bertemu dengan fragmen perjalanan pribadi penulis: kehidupan sebagai pelajar, pengalaman belajar di Indonesia dan Eropa, latihan fisik, lari, ski di Alpen, pendidikan, keluarga, pelayanan, serta pergumulan menghadapi berbagai bentuk keterikatan dan perubahan musim kehidupan. Pengalaman-pengalaman itu tidak ditempatkan di atas Alkitab, melainkan menjadi jembatan untuk menunjukkan bahwa firman Tuhan yang berbicara kepada manusia ribuan tahun lalu tetap hidup dan relevan bagi kehidupan modern.
Buku ini juga mengingatkan bahwa iman bukan perlombaan untuk menjadi seperti orang lain. Setiap orang mempunyai lintasan yang berbeda. Ada musim untuk memulai, menunggu, membangun, menyerahkan, memimpin, belajar, gagal, bangkit, dan mempersiapkan generasi berikut.
Pada akhirnya semua jejak iman itu membawa pembaca kepada satu pusat: Yesus. Dialah yang berjalan lebih dahulu, menghadapi pencobaan, menjalani ketaatan, bergumul di Getsemani, menanggung salib, dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya. Kita belajar dari para saksi, tetapi kita memandang kepada Kristus.
Berlari dengan Tekun ditujukan bagi siapa saja yang sedang berada dalam perlombaan kehidupan-orang muda yang mencari arah, orang dewasa yang memikul tanggung jawab, mereka yang sedang menunggu jawaban doa, orang yang berusaha bangkit dari kegagalan, pemimpin yang mempersiapkan generasi berikut, maupun mereka yang memasuki usia lanjut dan masih ingin menyelesaikan panggilan dengan setia.
Kita mungkin tidak mengetahui seberapa panjang lintasan yang masih terbentang di depan. Namun kita dapat memilih untuk menanggalkan beban, melepaskan dosa yang membelit, bangkit ketika jatuh, menemukan kembali lintasan kita, dan terus berlari dengan tekun-dengan mata tetap tertuju kepada Yesus sampai garis akhir.
¿Tienes una pregunta sobre el libro? Inicia sesión para poder agregar tu propia pregunta.

